• LOGIN
  • No products in the cart.

Hal yang Dilakukan Otomatis saat Berjumpa Masalah dan Ternyata Menjatuhkan Mental Sendiri

 

Saat menghadapi sebuah masalah, umumnya orang mengeluh dan salah satu bentuk keluhan yang sering diucapkan adalah pertanyaan negatif kepada diri sendiri, seperti “Kenapa aku bodoh sekali?”, “Kenapa aku bisa seceroboh ini?”, atau “Kenapa aku gagal terus?”

Contoh, saat mendapatkan nilai jelek, orang mengeluh “Kenapa aku bodoh sekali?”

Saat gagal membujuk calon pembeli, orang mengeluh “Kenapa aku selalu gagal?”

Saat tidak sengaja melakukan kesalahan, orang mengeluh “Kenapa aku bisa seceroboh ini?”

Nah, bagaimana dengan diri Anda? Apakah Anda juga sering mengeluh dengan mengajukan pertanyaan negatif seperti di atas saat menghadapi masalah dalam hidup Anda?

Tahukah Anda, pertanyaan negatif seperti itu bisa membawa dampak berbahaya bagi kita? Pertanyaan seperti itu bisa menjatuhkan mental kita dan membuat diri kita semakin terpuruk.

Penasaran penyebabnya? Yuk, langsung saja kita simak penjelasan berikut ini.

 

Mengapa Mengeluh dengan Mengajukan Pertanyaan Negatif bisa Menjatuhkan Mental Kita?

 

Semua berawal dari pikiran bawah sadar kita. Pikiran manusia terbagi menjadi 2, yakni pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

Pikiran sadar adalah pikiran yang kita sadari, seperti saat kita menghitung soal perkalian, atau saat kita memikirkan masa depan kita.

Sedangkan pikiran bawah sadar adalah pikiran yang prosesnya tidak kita sadari.

Meskipun pikiran bawah sadar prosesnya tidak disadari, namun pengaruhnya terhadap sikap dan tindakan kita jauh lebih besar daripada pengaruh pikiran sadar.

Menurut para pakar, pengaruh pikiran bawah sadar terhadap sikap dan tindakan kita adalah 88%. Sedangkan pengaruh pikiran sadar hanyalah 12%.

Jadi misalnya seseorang menjalani hidup dengan santai. Kita berpikir gaya hidup santai itu muncul dari pilihan sadarnya, namun sebenarnya tidak demikian. Gaya hidup itu justru lebih banyak ditentukan oleh pikiran bawah sadarnya.

Mungkin ia memiliki mindset bahwa hidup itu mengalir saja, tak perlu direncanakan. Dengan mindset seperti itu, maka ia pun menjalani hidup dengan santai.

Nah, mindset atau pola pikir atau bisa juga disebut sistem keyakinan (belief system) letaknya adalah di pikiran bawah sadar. Jadi, salah satu peran pikiran bawah sadar adalah menyimpan mindset/belief system. Dan mindset menjadi penentu utama tindakan dan sikap kita.

Kalau di pikiran bawah sadar kita tersimpan mindset bahwa hidup itu harus pasti, harus direncanakan semuanya, maka kita pasti menjalani hidup dengan hati-hati dan penuh perhitungan.

Mindset bisa terbentuk lewat berbagai cara, seperti pengalaman hidup dan pendidikan.

Bagaimana pengalaman hidup bisa membentuk mindset seseorang?

Contoh, ada orang yang sering mengalami kegagalan dalam hidupnya. Karena terlalu sering gagal, maka ia pun menyimpulkan bahwa ia tidak layak untuk sukses.

Jika ia sering merasakan pengalaman yang sesuai dengan kesimpulan itu, jika ia mengalami pengalaman yang sesuai dengan kesimpulan itu berulang kali, maka kesimpulan tersebut bisa masuk ke pikiran bawah sadar dan menjadi mindset yang mengendalikan sikap dan tidakannya.

Dengan mindset “saya tak layak sukses”, maka ia pun menjadi pesimis mengejar kesuksesan.

Nah sekarang, bagaimana pendidikan bisa membentuk mindset seseorang contohnya adalah pendidikan/ajaran bahwa mencuri itu buruk seperti yang selama ini diajarkan kepada kita.

Ajaran mencuri itu buruk bisa menjadi mindset karena ajaran itu terus diulang-ulang. Sebuah ajaran yang terus diulang-ulang maka akan masuk ke pikiran bawah sadar dan menjadi mindset yang mengendalikan sikap dan tindakan kita.

Dengan mindset bahwa “mencuri itu buruk” maka kita pun selalu menghindari tindakan mencuri sebisa mungkin dalam hidup kita.

Jadi begitulah pengaruh pikiran bawah sadar dan mengapa pengaruhnya lebih besar daripada pengaruh pikiran sadar kita.

Lalu, apa hubungannya dengan pertanyaan negatif?

Di samping menyimpan mindset/belief system, pikiran bawah sadar juga bertugas untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Jadi, saat kita bertanya “Mengapa bumi bulat?” pikiran bawah sadar mencarikan jawaban untuk kita. Saat kita bertanya “Enaknya makan apa siang ini?” Pikiran bawah sadar juga memberikan jawaban.

Itulah mengapa Albert Einstein mengatakan, “Jika saya punya 1 jam untuk memecahkan masalah dan hidup saya tergantung pada solusi masalah itu, saya akan menghabiskan 55 menit untuk menentukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat untuk diajukan, karena ketika saya mengetahui pertanyaan yang tepat, saya bisa memecahkan masalah tersebut kurang dari 5 menit.”

Lalu, apa artinya ini?

Artinya, jika kita mengajukan pertanyaan negatif kepada diri kita maka pikiran bawah sadar memberikan jawaban yang juga negatif kepada kita, di mana karena jawaban itu diproduksi oleh pikiran bawah sadar, maka jawaban itu pun bisa menjadi mindset/belief system yang mengendalikan sikap dan tindakan kita.

Jawaban negatif bisa menjadi mindset atau memperkuat mindset negatif yang tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan mengarahkan hidup kita ke arah yang negatif.

Bayangkan kalau setiap kali menghadapi masalah kita mengeluh “Mengapa saya bisa sebodoh ini?”, apa yang akan terjadi?

Pikiran bawah sadar akan memberikan jawaban negatif kepada kita seperti “Karena saya malas belajar”, di mana jawaban itu bisa menjadi mindset yang mengendalikan sikap dan tindakan kita.

Dengan mindset “saya malas belajar” maka kita pun benar-benar menjadi orang yang malas belajar karena pikiran bawah sadar memerintahkan kita untuk bertindak seperti yang ia yakini.

Sama halnya, kalau setiap kali menghadapi masalah kita mengeluh “Mengapa saya gagal terus?”, maka pikiran bawah sadar pun memberikan jawaban negatif kepada kita, seperti “Karena saya bodoh”, “Karena saya malas”, “Karena saya asal-asalan”, di mana jawaban-jawaban itu bisa menjadi mindset yang membuat kita benar-benar bertindak bodoh, malas, dan asal-asalan.

Nah, itulah penjelasan mengapa mengeluh dengan pertanyaan negatif bisa berakibat bahaya pada diri kita, yakni menjatuhkan mental kita.

Mengerikan sekali, bukan?

So, mulai sekarang mari hilangkan kebiasaan mengeluh dengan mengajukan pertanyaan negatif.

 

Effortless Success: Cara Powerful Membentuk Program Bawah Sadar Positif yang Mendukung Kemajuan Diri

 

Kabar baiknya, kita pun bisa memprogram diri kita dengan mindset-mindset positif yang mendukung kemajuan diri kita, dengan cara mengajukan pertanyaan positif kepada diri kita sendiri.

Teknik memprogram diri pikiran bawah sadar dengan mengajukan pertanyaan positif ini kami beri nama Teknik Effortless Success.

Dan Anda punya kendali untuk melakukan teknik ni.

Jika Anda familiar dengan teknik Afirmasi, teknik ini (teknik Effortless Success) jauh lebih powerful dibanding teknik Afirmasi.

Dengan teknik Afirmasi, kita memprogram pikiran bawah sadar dari luar ke dalam, sedangkan dengan Effortless Success, kita memprogram pikiran bawah sadar kita dari dalam. Sehingga efeknya lebih cepat dan lebih powerful.

Namun Anda perlu berhati-hati dalam menyusun pertanyaan positif yang bisa memancing jawaban positif dari pikiran bawah sadar. Kecerobohan dalam menyusun pertanyaan bisa berakibat fatal.

Pertanyaan yang keliru bisa memancing jawaban yang justru menjadi keyakinan negatif di pikiran bawah sadar kita.

Bagaimana agar bisa menyusun pertanyaan positif yang tepat, seperti Albert Einstein? Atau tepatnya, baimana membuat pertanyaan yang tepat yang bisa membuat pikiran bawah sadar memprogram diri secara positif?

 

Download Langsung Kumpulan Lebih dari 200 Pertanyaan Positif untuk Kemajuan diri Anda ini

 

Kami telah menyusun 200 pertanyaan positif yang dapat Anda ajukan kepada diri Anda sendiri untuk meningkatkan 8 aspek kehidupan Anda. Kumpulan pertanyaan ini ini kami kemas dalam format PDF sehingga Anda dapat men-download-nya dengan mudah.

 

Download PDF Effortless Success di sini sekarang juga dan paktikan di rumah secara disiplin untuk perubahan yang fantastis dalam hidup Anda.

Sekarang giliran Anda, apa pertanyaan yang otomatis Anda ajukan pada diri sendiri saat hal yang tidak Anda inginkan terjadi? Dan bagaimana Anda mengatasinya? Sampaikan di komentar ini.

Mei 18, 2018

1 responses on "Hal yang Dilakukan Otomatis saat Berjumpa Masalah dan Ternyata Menjatuhkan Mental Sendiri"

  1. Samgat memebantu, tetima kasih membuat sy semakin menyadari ksalahan fatal selama ini dsn membawa harapan hidup baru untuk mereset semuanya dari NOL. Terima kasih!

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright Aquarius Learning - Agus Setiawan
X